Sunday, June 28, 2009

RUMPUT


nak, jika kelak terasa berat pundakmu
ringankanlah mata ke petak belakang rumah kita
kan kau jumpa makna sabar dan istiqomah
pada sekelompok rumput yang hidup rapat berjamaah

berkali-kali terpijak rumput itu kan rebah
namun lihatlah berkali-kali pula ia kan bangun kembali gagah
berkali-kali rebah kadang rumput itu patah
namun lihatlah berkali-kali pula ia kan tumbuh tak menyerah

mengamati rumput kan kau temu hikmah
berada di bawah tak berarti kalah
berada di bawah adalah belajar luaskan pandang ke banyak arah
berada di bawah adalah belajar meneguh kaki agar tak goyah
berada di bawah adalah belajar berbagi, belajar bersyukur, belajar menampung segala tumpah, belajar mencerna segala sampah
berada di bawah adalah waktu yang mahal, untuk belajar menerima sekaligus belajar tak lemah

indah ip
9 feb 09, 2.22 am


http://www.warnaislam.com/rubrik/puisi/2009/6/4/15600/RUMPUT.htm

Sunday, May 24, 2009

TELAH TERBIT: BUKU "LONG DISTANCE LOVE"


Judul Buku:
LONG DISTANCE LOVE, Mozaik Kehidupan Seperti Apa yang Kau Jalani Sekarang Saat Aku Tak di sisimu, Sayang?

Penulis: Imazahra, dkk

Kontributor:
Andi Sri Suriati Amal, Alan Ridlon Suyudana, Dani Ardiyansyah, Desti J Basuki, Dian Onasis, Dian Akbas, Etta Erinda, Eva Y. Nukman, Fitria Chakrawati, Irawati Prillia, Indah IP, Lizsa Anggraeny, Leila Rizki Niwanda, Rosita Sihombing, Syaifuddin Sayuti, Shanti Saptaning, Suci A- Sadiq, Titin Fatimah, Vanny Mediana, Revina Octavianita, Wiwit Wijayanti, Yudith Fabiola, Zakiah Dauli, Ziyan Ahyadi

Harga: Rp. 42.500,-
ISBN: 978-602-843-601-4
Tebal: 332 Hal
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House (LPPH), 2009

Ringkasan:
Terpisah jarak, ruang dan waktu, mungkin menjadi ujian cinta terberat bagi sepasang kekasih. Lantas bagaimana dengan mereka yang secara nyata hidup terpisah? Terikat pernikahan tapi terbentang jarak di antara mereka.

Cinta dalam bentuk apa yang bisa mereka pertahankan? Dari manakan dan dengan cara apa mereka dapat saling menguatkan cinta?

Long Distance Love (LDL) menghadirkan beragam mozaik perjalanan mereka yang menjalani hubungan cinta jarak jauh. Suka-duka, konflik, keunikan, hingga romantisme berbaur menjadi satu. Dan kita pun akan mengerti, bahwa di sinilah rupanya, para pecinta ini menemukan keindahannya.



Luar biasa! Buku ini begitu tajam dan menyentuh! Saya berkali-kali menyusut air mata, tersenyum dan terhenyak saat membacanya. Distulis berdasarkan kisah nyata para penulisnya, kumpulan kisah ini akan membungkam mereka yang memandang sebelah mata hubungan LDL. Menggugah!
Waheeda el Humayra, Penulis buku best seller The Sacred Romance of King Sulaiman and Queen Sheba.
Membaca buku yang indah dan mengharu biru ini, saya belajar lagi tentang kekuatan cinta dan kesabaran. Yang luar biasa, semua kisah di buku ini adalah nyata, dan senyata itu pulalah keajaiban cinta yang bisa terwujud di antara sepasang insan yang menjalin kisah di jalan-Nya.
Dina Y. Sulaeman, Penulis buku best seller Doktor Cilik Hafal Al-Quran, Pelangi di Persia dan Ahmadinejad on Palestine.

Tuesday, May 19, 2009

HUTAN DI MATA ANAK-ANAKKU
: kira-ziya


mata anak-anakku menyimpan hutan sangat lebat
di sana berkejaran pohon-pohon tanya
ranting-rantingnya jauh
daun-daunnya rimbun penuh

setiap mengunjunginya
kusiapkan kamus dan peta baru
sebab ingin kutelusur ruas-simpang berbeda
ingin kuterjemah rambu-tanda tak sama

sejak kecil sebelum bibir mereka fasih bercerita
mata anak-anakku sudah lancar berbicara
tak ada yang luput ditingkahi tanya
kunikmati gelisah pun gairah menyala-nyala

dari bangun tidur hingga tidur lagi
hutan di mata anak-anakku tak henti menjulang
bunga-bunga tanya tak henti kembang
buah-buah tanya tak henti matang

ketika tersenyum
hutan itu melenting-lentingkan cahaya
ketika menangis
hutan itu menarik-narik kuat

ingin kulindungi hutan di mata anak-anakku setiap sempat
tapi kutahu ia tak perlu pagar melainkan ruang
pohon-pohon itu kan mencapai matahari dengan caranya
maka kulepas jarak, memastikannya leluasa bergerak

jika angin kencang kelak melempar buah-buah tanya
tak pada tempatnya
aku berharap ada di sana
tak jauh-jauh darinya

siap berlari sampai waktuku
menampung, memberi rasa aman
memastikan benih-benih berani bertunas lagi
tinggi bebas
di ruang luas


indah ip
2 apr 09, 11.40 pm

Tuesday, April 28, 2009

SAHABAT


pohon bakau itu tahu betul bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti ikan-ikan terdahulu
nafasnya hilang satu-satu
sebelum gemetar
dan terkapar

ikan kecil itu tahu betul bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti pohon-pohon bakau terdahulu
rantingnya layu satu-satu
sebelum ruku
dan batu

manusia itu tak pernah tahu bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti pepohon bakau dan ikan-ikan yang tak henti memberi
tiba-tiba saja ia sudah tinggal sendiri
menggigil ngeri
: waktu tak pernah kembali


indahip
6 feb 09, 10.05 am
HUJAN DI WAJAHMU
: bogor


rupa-rupa hujan pernah kukenal
di wajahmu

di teras terminal itu
kusambut ia beberapa kali

ada hujan tak berapa lebat
yang acap lari tergopoh-gopoh
di sela batuk kendaraan umum, sumpah serapah, caci-maki
juga wajah-wajah lelah supir angkot, tukang ojek dan taksi
yang laju tak perduli

ada hujan deras berpetir
yang gemar memaku tajam semena-mena
jalan raya, selokan, pepohonan
juga kepala payung-payung yang tumbuh di tangan-tangan penjaja kecil
yang tak henti menggigil

ada hujan sepintas
yang takut-takut beringsut
tak pernah tunai melukis baju para pejalan pun wajah keruh comberan
sekedar lewat lalu hilang dalam hiruk-pikuk membonceng angin
terbang entah kemana

ada hujan tiba-tiba tanpa tanda dan musim,
ada hujan setia enggan berhenti,
ada hujan sesenggukan malam hari,
ada hujan ceria pagi hari,

tapi di antara semua
satu kusimpan paling purba
dalam ruang tanpa jendela yang tak kubagi sesiapa

hujan gerimis malu-malu jelang senja
ditingkahi jurai tipis matahari
saat langit lengkung warna-warni
suatu waktu
sebelum tinggalkanmu


indah ip
26 mar 09, 9.30 am

Sunday, April 05, 2009


TEJA


ia adalah teja

api langit senja yang langka
serat-serat emas jingga yang mendada


indah ip
KL, 10 mar 09, 11.20 am